Rabu, 28 Januari 2009

PROFIL PUDJI

“Playing bridge reflects intelligence. It’s one of the really great pleasures of life. Anybody who’s missing bridge is missing so much in life” (Bermain bridge merefleksikan intelejensi. Inilah salah satu kesenangan dalam hidup. Seseorang yang tidak mengenal bridge, akan kehilangan banyak dalam hidup) – Malcolm Forbes. Bridge dimainkan oleh semua lapisan masyarakat, baik tua maupun muda. Bridge juga dimainkan oleh tokoh-tokoh dunia seperti Bill Gates, Anatoly Karpov, Malcolm Forbes, Martina Navratilova, Omar Sharif dan masih banyak lagi yang lainnya. Konon olahraga ini di era ’70-an didominasi oleh pemain Manado dan telah mengukir prestasi dunia. Pudji Balistika, salah satu nama yang tidak asing lagi di dunia olahraga asah otak bridge di Indonesia. Seiring dengan berjalannya waktu nama Pudji Balistika pada tahun 1984 dipercaya menjadi pengurus ESC, salah satu club bridge di kota Bandung anggota Gabsi yang kini alumninya sudah banyak yang menjadi pemain - pemain handal, baik di tingkat kota Bandung, hingga tingkat Nasional. Berbekal ilmu seadanya yang diperoleh semasa belajar di SMPN2 Bandung dan berlatih bersama pemain-pemain senior Jawa Barat seperti Kiki Hikmat, Beni J. Ibradi, Nurhalim, Wimpi S. Tjetjep (mantan Dirjen Geologi, staff ahli menteri keuangan di kabinet Presiden SBY, ketua GABSI – Gabungan Bridge Seluruh Indonesia), Johan Mamesah (pemilik PT. SIDOLA), serta peran dari Arief J. Mulyadi (anggota kehormatan ESC) telah memberinya hasil yang cukup menggembirakan. Bridge menjadi sebuah permainan yang indah karena setiap ada pertandingan di dalam negeri para pemain daerah seringkali harus bertemu dengan pemain-pemain kaliber dunia, dan team Indonesia selalu menempati posisi papan atas di pertandingan bridge internasional. Jejak prestasi alumni SMPN2 ini cukup disegani diantara berkibarnya nama-nama besar pemain bridge Indonesia seperti Denni Sakul, Hengki Lasut, Edi Manopo, Munawar Sawirudin. Tak pernah terbayangkan sebelumnya dalam mimpi seorang pemain daerah seperti Pudji Balistika untuk masuk ke jajaran pemain bridge terbaik negeri ini. Mungkin berkat tekadnya yang pantang menyerah sehingga bisa mencapai hasil yang memuaskan. Prestasi yang pernah diraih langganan juara umum sirkuit bridge Jawa Barat: 1996: Juara VIII Kejurnas di Bali dan finalis ASEAN 2004: Juara III HUT PLN Cup se-Indonesia 2004: Juara VI ASEAN di Bandung 2004: Juara II PT. Posindo se-Indonesia 2005: Juara I PT. Posindo se-Indonesia 2006: Juara I .Gardea Cup di Jakarta 2008: Finalis PABF di Bandung (satu-satunya pasangan dari Indonesia di kejuaraan Asia Pasifik & Australia yang juaranya akan bertanding di kejuaraan dunia di Cina tahun 2008). Semua prestasi ini ditempuh selama +/- 25 tahun perjalanannya di dunia bridge. Saat ini bridge sudah banyak diminati oleh semua kalangan dan mulai dipertandingkan di tingkat sekolah, mulai dari SD sampai Perguruan Tinggi. Sampai hari ini Jawa Barat masih menjadi barometer bridge di tanah air karena Jawa Barat saat ini berada di posisi runner up PON 2008. Kerja keras, pantang menyerah, dan selalu berdoa kepada Tuhan YME adalah prinsip yang dipegangnya dalam menjalankan hidup. Ditambah dengan rasa bangga dan kecintaannya terhadap anak semata wayang M. Zidane Balistika yang namanya selalu di pakai untuk menamai usahanya. Di samping itu beliau juga bergabung dengan teman-teman alumni SMPN2 Bandung membuat Resto&Cafe Roemah Nenek di Jl. Taman Cibeunying Selatan No. 47 Bandung, Resto&Villa ZICO di Jl. Kolonel Masturi No. 19 Parongpong – Lembang, menjual sate maranggi Cep Zidane di dekat lapangan gasibu setiap hari minggu, dan bersama Yusuv Suhyar – Ketua Harian IKA SMPN2 Bandung – menjual sate maranggi Cep Zidane di halaman rumah Yusuv Jl. Merdeka ex-Popeye Bandung. Sebagai ketua umum ESC – club yang telah membawanya sehingga menjadi pemain yang berpengalaman dan disegani di dunia bridge Indonesia – beliau mengajak teman-teman dan adik-adik alumni SMPN2 Bandung untuk bergabung di dunia bridge. Banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dari permainan bridge ini, diantaranya bisa memperluas pergaulan. Dengan bermain bridge beliau bisa bergabung dengan berbagai kalangan dan beberapa perusahaan handal di Indonesia, seperti PT. SIDOLA, PT. Pos Indonesia, Geologi, LIPI, PT. TELKOM. Bermain bridge juga bisa melatih kita untuk lebih komunikatif dan low profile. Selamat bergabung. Salam. Pudji Balistika Alumni SMPN2 ’76 -- Ketua Angkatan ‘76 Alumni SMAN2 ’80 – Ketua Angkatan ‘80

1 komentar: